Bahasa Aneh

Dahulu kala hiduplah di Negri Swiss sebuah keluarga bangsawan. Mereka hanya memiliki seorang putra tunggal. Tapi, Putranya itu bodoh dan malas belajar. Lalu berkatalah Ayahandanya kepadanya, Putraku yang terkasih, Engkau harus pergi dari sini. Aku akan mengirim Engkau ke seorang guru yang akan memberimu pelajaran. Aku menginginkan seorang putra yang pandai. !


Lalu pergilah Putra Bangsawan itu ke sebuah kota lain dan tinggal selama satu tahun dengan guru tersebut. Setelah itu, kembalilah Putra Bangsawan itu ke istananya. Tanya Ayahandanya, Putraku, Engkau telah pergi selama satu tahun. Ayo, katakan apa yang telah Kau pelajari ? Jawab putranya, Baik Ayahanda, sekarang aku sudah bisa menggonggong seperti anjing, saya telah mengerti bahasa mereka. Apa.... ??!!! teriak Ayahandanya dengan marah, Kamu tidak belajar sedikit pun ? Pergi dari sini, Kamu bukan Putraku lagi! Aku tidak ingin melihat kamu lagi di istana ini!

Lalu Putra Bangsawan itu meninggalkan istana ayahnya dan pergi mengembara berhari-hari bahkan berminggu-minggu lamanya. Suatu ketika tibalah ia di sebuah puri. Waktu itu sudah malam dan ia ingin menginap di puri tersebut. Tuan pemilik puri pun mengijinkannya. Di bawah sana, di sebuah menara itu kamu boleh tidur. Tentu saja tempat itu sangat berbahaya. Tiga anjing liar tinggal di sana. Anjing-anjing tersebut juga memakan manusia. Semua orang sangat takut dengan mereka. Tetapi, Pemuda Bangsawan itu tidak memiliki rasa takut sedikit pun dan melangkah ke arah menara tersebut.

Pagi berikutnya muncullah ia dari menara tersebut dan dalam keadaan segar bugar. Lalu kata Putra Bangsawan tersebut kepada pemilik puri itu, Saya telah berbicara dengan anjing-anjing liar itu. Saya berbicara dalam bahasa mereka. Anjing-anjing itu dulunya juga manusia. Sampai saat ini mereka tinggal di sana untuk menjaga sebuah harta karun. Harta karun itu harus kita keluarkan. Maka kata Tuan Puri tersebut dengan senang hati ,“Pergilah dan ambilah harta karun itu ! Lalu Putra Bangsawan itu turun lagi dan tak lama kemudian sungguh memanggul sebuah peti emas.

Sejak hari itu, Orang-orang tidak lagi melihat dan mendengar suara dari anjing-anjing itu. Orang-orang itu kini hidup tanpa rasa takut akan anjing-anjing itu. Akhirnya Pemilik Puri itu menerima Putra Bangsawan itu seperti putranya sendiri. Keduannya hidup lama dengan bahagia dan damai.***

Bonn, 19 Januari 2005

* Dongeng dari Negeri Swiss ini diterjemahkan oleh Gendhotwukir dari buku Lernziel Deutsch Max Heuber Verlag 1985, Muenchen, hal. 163.

Related Posts by Categories



14 3 comments:

Obat Nyeri Menstruasi said...

Berbahagialah hari ini, saat kita masih dapat berbuat sesuatu untuk kebaikan. Mungkin esok kesempatan itu sudah tidak ada

Situspoker88.com said...

Situs Agen Judi Poker dan Domino Online Terpercaya Indonesia
AGEN POKER DAN DOMINO TERBAIK DI INDONESIA
AGEN POKER DAN DOMINO ONLINE TERBAIK DI INDONESIA
AGEN DOMINO99 DAN POKER ONLINE TERBESAR DI ASIA
Agen Judi Poker Domino QQ Ceme Online Indonesia
Referensi Judi Poker Domino QQ Ceme Online Indonesia
AGEN POKER DAN DOMINO ONLINE TERBAIK DI INDONESIA

thanks :)

Dewapoker said...

Nice info. Thanks for sharing.

Asia Poker99 merupakan agen Poker Terpercaya di Indonesia,
Poker Gampang Menang serta Poker Tanpa Bot akan membuat Anda betah untuk bermain di AsiaPoker 99!

Daftar, mainkan dan menang! Buktikan bahwa Andalah sang Dewapoker!

Post a Comment

Thanks For Comment

Design by Kingdom of Heaven